PUPUK TAMBAK ORGANIK UDANG & BANDENG

Pupuk TON signifikan dan efektif sebagai pengganti pupuk kimia di tambak, sehingga bisa menghemat biaya produksi. Resep mudah meningkatkan mutu & kualitas perikanan tambak udang & Bandeng Gunakan Pupuk Tambak Organik Nusantara (TON). Per 1 hektar cukup memerlukan TON 1 Kg saja. Tidak perlu menggunakan pupuk Urea & Pupuk Kandang. bisa menghemat biaya sampai 90%. Pupuk TON mampu menetralkan senyawa beracun, mengikat logam berat berbahaya, cepat menumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang disukai ikan, membantu moulting udang secara rutin, meningkatkan kualitas udang & bandeng, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam tambak.    Supaya Udang & Bandeng cepat tumbuh besar , cepat panen, nafsu makan meningkat, tidak stres, menekan angka kematian, dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit , campurkan 1 Kg pakan apa saja dengan VITERNA Plus. Viterna boleh juga dioplos dengan POC NASA + Hormon Organik   Pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) Tersedia kemasan 250 gr dan 3 Kg   Keunggulan: Cukup signifikan sebagai pengganti pupuk Urea / pupuk Kandang di tambak, 1 Liter setara dengan 1 ton Pupuk Kandang, mempercepat pertumbuhan plankton (Zooplankton dan Phytoplankton) sebagai pakan alami yang disukai udang & bandeng, membantu merutinkan molting udang, mempercepat pertumbuhan ikan, udang & bandeng, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit , menekan angka kematian, membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan ikan, udang dan bandeng, menetralkan senyawa racun berbahaya seperti H2S, amoniak, asam laktat, dll dan mengikat logam-logam berat yang berbahaya.    Cara Pakai: Saat pengeringan tambak / kolam, semprotkan 3 Kg - 6 Kg pupuk TON yang sudah dilarutkan air Plankton akan tumbuh dalam 3-4 hari.  Tinggikan air setinggi normal dan masukkan bibit ikan / benur. Interval 20 hari sekali, siramkan pupuk TON ke tambak sebanyak 1 Kg per 1 hektar. untuk tambak tradisional, jika lancar bisa panen tempo 100 hari. Total penggunaan pupuk TON sampai panen = 10 - 12 Kg.   Layanan order kirim hubungi 085250209237 (sms). Paket terjamin aman dan dapat dipercaya. Dikirim dari Gudang PT. NASA (Natural Nusantara). Minimal order 6 botol. Khusus pulau Jawa order senilai 2 juta diskon 10% dan gratis biaya kirim. Khusus pengiriman ke luar pulau Jawa minimal order 2,5 juta diskon 10% dan gratis biaya kirim.

TEKNIS MENINGKATKAN USAHA BUDIDAYA PETERNAKAN & PERIKANAN SEBAGAI JALAN MENSEJAHTERAKAN PETANI

              Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan peternak adalahjumlah ternak dan ikan yang dipanen, angka kematian dan efisiensi pakan. Jumlah panen dan efisiensi pakan yang tinggi, angka kematian yang rendah pada ternak dan ikan, maka keuntungan yang akan diperoleh peternak semakin tinggi pula. Demikian pula sebaiknya, semakin tinggi angka kematian, semakin rendah jumlah ternak dan ikan yang dipanen  maka keuntungan peternak pun akan semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian bahkan membawa pada kebangkrutan usaha. Oleh karena itu beberapa perusahaan inti dalam kemitaraan ayam pedaging memberikan tambahan keuntungan atau bonus kepada peternak plasma yang dapat menekan angka kematian sampai 8%.             Jumlah panen yang rendah dan angka kematian yang tinggi pada ternak dan ikan dapatdisebabkan karena beberapa hal seperti : 1. Bibit yang kurang baik kualitasnya, 2. Serangan penyakit, 3. Kebersihan kandang dan sanitasi kolam yang kurang terjaga, 4. Kesalahan manajeman pemeliharaan, 5. Pakan yang kadaluarsa 6. Dan beberapa faktor lainnya.   Oleh karena itu para peternak diharapkan dapat melaksanakan PANCA USAHA PETERNAKAN : 1. Pemilihan bibit yang baik, 2. Pemberian pakan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan ternak dan ikan, 3. Pencegahan dan pengendalian penyakit yang kontinyu, 4. Perawatan kebersihan kandang atau sanitas kolam yang baik, peralatan kandang atau kolam yang selalu teraratur dibersihkan, dan 5. Perencanaan pemasaran yang tepat.              PT. Natural Nusantara sebagai salah satu institusi swasta yang bergerak di bidang Agrokomplek khususnya di sektor peternakan dan perikanan organik memberikan solusi untuk memaksimalkan pertumbuhan ternak dan ikan, menekan angka kematian serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada ternak dan ikan terutama pada pengoptimalan pertumbuhan dan kesehatan ternak dan ikan sehingga diperoleh ternak dan ikan  yang pertumbuhannya cepat dan sehat. Data pengujian di lapangan, termasuk laporan para peternak ayam pedaging yang telah menggunakan produk NASA membuktikan bahwa ayam pedaging yang memakai produk NASA pertumbuhannya lebih cepat, sebagai data yaitu ayam broiler umur 35 hari sudah mencapai berat 1,9 - 2 kg dengan angka kematian yang rendah rata-rata hanya 5%.  Demikian pula dengan ternak dan ikan yang lain sebagimana tercantum dalam label terlampir di akhir artikel. Dengan hasil seperti ini, peternak tersebut mendapatkan keuntungan yang besar selain dari nilai hasil bagi usaha, juga dari tambahan bonus angka kematian dan FCR yang rendah.          Pengaruh produk NASA terhadap rendahnya angka kematian disebabkan dari kandungan produk NASA yaitu Viterna, POC NASA dan Hormonik yang memiliki kandungan mineral dan vitamin yang tinggi, ditambah dengan protein yang terdapat pada Viterna semakin melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam pedaging. Sehingga proses metabolisme dalam tubuh ayam berjalan dengan baik dan produktivitasnya akan maksimal dalam bentuk kesehatan yang prima dan produksi daging yang tinggi dalam waktu yang lebih cepat.             Formula yang digunakan untuk mendapatkan hasil maksimal tersebut  adalah denganmenggabungkan tiga produk NASA yaitu Viterna, POC NASA dan Hormonik menjadi 1 (satu) larutan induk. Dosis penggunaannya adalah 1 tutup botol larutan induk dicampurkan pada per10 liter air minum per hari. Satu hari cukup satu kali pemberian. Sebagai keterangan penggunaan produk NASA untuk 1000 ekor ayam pedaging dengan pemeliharaan selama 35 hari adalah 5 botol Viterna, 5 botol POC NASA dan 5 botol Hormonik. KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA BIDANG PETERNAKAN  Komoditas Peternak Lokasi Produksi Tambahan keuntungan Produk NASA Jumlah ternak Sebelum Sesudah Domba pedaging Suharjo Bantul, DIY Domba kecil : 7,5 kg Domba kecil : 9,5 kg Nafsu makan meningkat, Pertumbuhan cepat, Bau kotoran berkurang Tidak ada pakan sisa   Daging setelah dipotong tidak ada gajihnya   VTN, Hormonik 40 ekor Sapi potong Agus Magelang, Jawa Tengah Berat sapi umur 3 tahun : 600-700 kg Berat sapi umur 3 tahun : 450-550 kg Bau kotoran berkurang Kesehatan meningkat Kualitas daging yang meningkat dengan kadar protein lebih tinggi dari kadar lemaknya   VTN, POC NASA, HORMONIK 40 ekor Jenis : Simmental dan limousin Sapi Perah PFH Yadi Sleman, DIY Produksi susu : 12 liter/ekor/hari   Kadar lemak susu : 3,5   Total solid : 11 Produksi susu : 15 liter/ekor/hari   Kadar lemak susu : 3,9 – 4   Total solid : 12   Nafsu makan meningkat   Tidak ada sisa pakan   Bau kotoran berkurang   Setiap tahun beranak VTN 10 ekor Umur 30 bulan Berat 390 – 400 kg Ayam broiler H. Abdul Hamid Kediri, Jawa Timur Angka kematian : 25-30 Ekor/hari   Angka Afkir ayam muda : 100-200 ekor per periode   Berat ayam umur 35-37 hari : 1,7 kg Angka kematian : < 10 ekor/hari   Angka afkir ayam muda : < 15 ekor per periode   Berat ayam umur 35-37 hari : 1,8 kg   Pertumbuhan ayam merata   Bau kotoran berkurang, tidak menyengat VTN, POC NASA, Hormonik 26.000 ekor Burung Puyuh  Sarjo Kartono Sleman, DIY Produksi telur :   800 butir/hari   Konsumsi pakan Per 1 bulan : 15 zak Produksi telur :   1.300 butir/hari   Konsumsi pakan Per 1 bulan : 13 zak   Kulit telur lebih kuat   Bau kotoran berkurang drastis VTN, POC NASA, Hormonik 1500 ekor Umur 5 bulan Bebek petelur Baidowi Banyuwangi, jawa Timur Produksi Telur : 70 -  75 butir/hari   Produksi Telur : 125 - 130 butir/hari Ukuran telur lebih besar Bau kotoran berkurang VTN, HRN, AMNE 150 ekor Umur 2 tahun Ayam Arab Arsyad Banjar, Kalsel Kematian : 45%   Umur layak saat dijual :  4 bulan   Umur mulai bertelur : 5 bulan Kematian : 20%   Umur layak saat dijual :  3 bulan   Umur mulai bertelur : 4 bulan   Bau kotoran berkurang Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh VTN, POC NASA, Hormonik 1000 ekor Ayam kampung Anwar Sleman, DIY Berat ayam 58 hari : 7 ons   Berat ayam 58 hari 8-9 ons   Bau kotoran berkurang Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh   VTN, POC NASA 4000 ekor Ayam Petelur Kusno Magetan, Jawa Timur Produksi telur umur ayam 6 bulan : 60%   Umur 90 hari ayam baru mulai bertelur   Umur 18 bulan ayam sudah diafkir Produksi telur umur ayam 6 bulan : 80 %   Umur 80 hari ayam sudah mulai bertelur   Umur 18 bulan,ayam masih produktif   Kulit telur lebih kuat Bau kotoran berkurang Mengurangi stress   VTN 700 ekor Ulat Sutera Syahrudin Enrekang, Sulsel Produksi kokon  1 box = 25-29 Kg   Warna kokon kuning     Produksi kokon  1 box = 30-40 Kg   Warna kokon putih cemerlang Nafsu makan ulat meningkat Kokon lebih besar dan Keras Kematian ulat berkurang VTN Luas lahan  40 are   KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA SEKTOR PERIKANAN   Komoditas Peternak Lokasi Produksi Tambahan keuntungan Produk NASA Jumlah ternak   Sebelum Sesudah   Udang Galah Priyo Sleman, DIY Panen umur 90 hari : 75 kg   Konsumsi Pakan : 225 kg Panen umur 90 hari : 83 kg   Konsumsi Pakan : 175 kg Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Angka kematian hanya 100 ekor sampai umur 54 hari   TON, POC NASA, VITERNA 5.000 ekor   Luas lahan : 400 m2               Udang Windu H. Syafiq Kendal, Jawa Tengah Jarang berhasil atau panen Panen 2 kuintal dari tebar udang 20.000 ekor dengan size 25, 30 dan 40   Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   TON, POC NASA 20.000 ekor   Luas lahan : 3000 m2   Lele Zainudin Magelang, Jawa Tengah Konsumsi Pakan 35.000 ekor : 52,5 zak   Angka kematian  > 10% Konsumsi Pakan 35.000 ekor :  35 zak   Angka kematian  < 3% Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   TON, VITERNA, POC NASA, Hormonik 35.000 ekor   Lama pemeliharaan : 50 hari dari size 3-5   Gurami Suhardi Martono Bantul, DIY Angka kematian : 50%     Angka kematian : < 10%     Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Daging lebih padat dan kuat   VTN, POC NASA, Hormonik 10.000 ekor Size : 2-3 cm   Luas lahan : 421 m2   Patin Sabri Banjar, Kalsel Panen : 6000 ekor   Bobot saat umur  7 bulan baru mencapai 8 ons Panen : 8000 ekor   Bobot saat umur  7 bulan sudah mencapai 10 ons (1 kg) Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Daging lebih padat dan kuat   Pertumbuhan lebih seragam   VITERNA,  POC NASA, 10.000 ekor   Luas lahan : 340 m2   Ikan hias H. Barus Deli Serdang, Sumatera Utara Baru bisa panen setelah 3 bulan dipelihara       Sudah bisa dipanen setelah 2 – 2,5 bulan dipelihara Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Hasil meningkat 15-20%   Angka kemtian turun dari 100%     TON, VITERNA 2.000 ekor   Bandeng H. Achmad Saifudin Kerawang, Jawa Barat Kepadatan ikan : 4.000 – 5.000 ekor/ha Kepadatan ikan : 7.000 ekor/ha Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Panen : 20 ton /ha TON, VITERNA POC NASA, 5.000 ekor   Luas lahan : 15 ha   Pemeliharaan : 5 bulan Kepiting/Sangkak Saparida Lubis Langkat, Sumatera Utara Peningkatan bobot hanya 65-75 kg   Angka kematian : 5-10%   Peningkatan bobot 95 kg   Angka Kematian : 0-5% Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   VITERNA POC NASA, HORMONIK 6.000 ekor Ikan Emas Sukanto Tanggamus, Lampung Produksi ikan selama 40 hari : 8,5 kuintal Produksi ikan selama 40 hari : 10 kuintal Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   TON, VITERNA   6.000 ekor   Luas lahan : 2.500 m2   Pemeliharaan : 40 hari Nila Muhammad Arsyad Banjar, Kalsel Angka kematian : 50 %   Panen 1 kg isi 4 ekor butuh waktu 3,5 bulan     Angka kematian : 15 %   Panen 1 kg isi 4 ekor waktunya hanya 2,5 bulan   Nafsu makan meningkat,   Pertumbuhan cepat,   Penghematan pakan : 12 jala hanya butuh 120 zak   VITERNA POC NASA, HORMONIK 7.000 ekor Umur : 2 bulan   Luas lahan : 2.500 m2   Pemeliharaan : 40 hari Dengan sistem Keramba Jaring Apung Pembenihan lele Tahmid Bantul, DIY Pemeliharaan 1 minggu hanya menghasilkan 1 ukuran  (size 2-3)       Induknya menghasilkan telur 50.000 bibit telur Pemeliharaan  1 minggu menghasilkan 2 ukuran  (size 2-3 dan 3-5)     Induknya menghasilkan telur 70.000 bibit telur Nafsu makan meningkat,

PENGGEMUKAN SAPI POTONG TEMPO 40 HARI MENGGUNAKAN VITERNA PLUS

STOP impor daging. Saatnya peternak Indonesia mandiri dan swasembada daging sapi sehat.    Tips rahasia cepat penggemukan sapi potong tempo 40 hari menggunakan VITERNA PLUS (vitamin Ternak Natural).   Umumnya peternak menggemukkan sapi secara tradisional memerlukan waktu selama 3,5 bulan. Padahal jangka waktu yang lama tidak efektif, buang waktu, buang tenaga, biaya operasional tinggi, hasil tidak optimal. Makin lama tempo penggemukan sapi, makin rugi secara ekonomi   Cara aplikasi : VITERNA PLUS 1 tutup (10cc) campur dengan air minum 1 ember / komboran pakan jenis apa saja baik kering atau encer. Boleh juga langsung diminumkan di mulutnya. interval tiap hari pagi atau sore.   Manfaat VITERNA Plus: Meningkatkan nafsu makan sehingga cepat tumbuh besar dan meningkatkan bobot ternak (ADG) yang efektif & efisien (TDN), mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak, Mencegah stress pada ternak, kotoran tidak bau, mudah dalam pemberian pakan karena sapi tidak pilih-pilih pakan, mutu daging bagus karena rendah kolesterol, serat padat dan lembut, kualitas rasa lebih enak.   Kandungan Viterna: Mineral: N, P, K, Ca, Mg, Na, Cl, S, Fe, Zn, Cu, Mn, I, Co, Mb, Se, Cr, F,  Volatil Fatty Acid (asam lemak) : Asetat, Butirat, Propionat Asam amino (protein): arginin, Histidin, Isoleucine, Leucine, Lycine, Methionine, Phenylalanine, Theonine, Tryptyophane, Valine, Vitamin: A, D, E, K, B komplek, C Hormon organik perangsang tumbuh.   Layanan Order kirim cepat silakan hubungi HP 085250209237 (sms). Paket dikirim dari Gudang PT. NASA (PT. Natural Nusantara). Minimal order 6 botol. Belum termasuk biaya kirim. Diskon 10% dan Gratis biaya kirim jika total order senilai 2 juta (khusus tujuan Jawa) atau 2,5 juta (tujuan luar pulau Jawa).

PERIKANAN ORGANIK DENGAN TEKNIK GANTI AIR YANG TEPAT

    Perikanan organik merupakan trend yang semakin menjadi tuntutan untuk menghasilkan produk perikanan yang aman, sehat, bergizi dan tetap menjamin kelestarian lahan budidaya. Untuk itu diperlukan sarana produksi yang ramah lingkungan dan cara budidaya perikanan yang benar. Salah satu hal  yang harus diperhatikan untuk berbudidaya yang benar adalah harus mengetahuiteknik pergantian air yang tepat. Pergantian air kolam diperlukan jika memang harus ganti air, artinya kita melakukan ganti air jika memang kondisi air pada saat itu mengharuskan untuk diganti.  Air yang berkualitas jelek disebabkan oleh penumpukan hasil penguraian bahan organik yang masuk ke kolam. Bahan organik tersebut berupa kotoran ikan, ikan yang mati, pakan yang tidak termakan, plankton yang mati dan tumbuh-tumbuhan air yang mati jika ada. Ciri-ciri air yang jelek adalah sebagai berikut  : Air berbusa, hal ini menunjukkan sudah tingginya timbunan bahan organik yang ada di kolam, sehingga harus dibuang. Karena timbunan bahan organik tersebut berada di dasar kolam, maka yang harus dibuang adalah air bagian bawah tersebut. Pada kolam tanah sebisa mungkin dibuat saluran pembuangan di bagian tengah yang memungkinkan bisa membuang timbunan bahan organik di dasar  kolam. Jika tidak bisa membuat saluran pembuangan tersebut, pembuangan bisa dilakukan dengan pompa penyedot air. Pada kolam bak juga harus dibuat konstruksi berupa saluran pembuangan air bagian bawah. Air kotor, meterial yang mengkotori air kolam bisa mengganggu kehidupan ikan atau udang, sehingga harus dibuang dan airnya diganti yang baru. Air pekat, yang dimaksud dengan air pekat adalah jika air sudah penuh dengan bahan-bahan yang terlarut, misalnya lumpur, material pencemar lain dari luar. Jika kita bisa menjaga kualitas air selalu baik selama proses budidaya maka kita bisa tidak melakukan ganti air selama budidaya. Pemakaian pupuk organik TON dan pemakaian probiotik yang tepat akan selalu menjaga kualitas air budidaya, sehingga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya. Hal ini sudah terbukti di beberapa daerah yang menggunakan produk TON, misalnya di Kendal, Gresik, untuk tambak udang dan bendeng dan di Jogja untuk budidaya lele.   Mari kita galakkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan atau perikanan organik.  

TEKNIS MENINGKATKAN PRODUKSI SAWIT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PUPUK KHUSUS BUAH POWER NUTRITION

Sawit sebuah harapan dan realita dari salah satu produk perkebunan di negeri ini. Luas perkembangan lahan sawit terus bertambah di era 80-90 an dengan pembukaan lahan-lahan baru berjuta hektar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua,sementara target untuk merajai produksi dunia tak kunjung terbukti, bahkan bencana ekologi yang datang akibat pembukaan hutan untuk areal-areal tersebut. Lalu tidak adakah cara lain selain membuka hutan dan menambah luasan tanaman ini? Data Dirjen pertanian menunjukkan bahwa produksi aktual tanaman sawit ini masih jauh dari potensi yang seharusnya bisa dicapai. Produktivitas per hektar aktual baru mencapai angka 1200 kg/ha/th, dari potensi 2000 kg, sehingga masih ada angka 800 kg sbg “cadangan atau bisa dikatakan losses produksi” yang tidak kita manfaatkan. Angka itu akan sangat besar bahkan mampu mengalahkan jumlah produksi negara lain jika itu mampu kita ambil dari sekian ratus ribu hektar areal kelapa sawit kita baik perkebunan rakyat maupun BUMN dan PMA. Lalu apa dan bagaimana kita memulai langkah untuk mendapatkan kembali cadangan atau kehilangan tersebut? 1. Memulai menanam dengan jenis atau varietas bibit bersertifikat dari produsen bibit yang telah diakui mutunya. 2. Lakukan perawatan tanaman, dengan sanitasi /Pruning 9 bulan sekali (periodik), Pruning selektif (untuk TBM) dan Kastrasi untuk TBM 3, agar mendapatkan tanaman muda yang baik.  3. Panen dengan bersih (pengutipan Brondolan ) dan jangan sampai pelepah sengkleh ataupun membentuk” gantungan baju”, yang dapat mengakibatkan brondolan tersembunyi diketiak daun dan tumbuh menjadi kenthosan (gulma). 4. Pengendalian hama dan penyakit. Banyak perusahaan yang telah menggunakan musuh alami untuk pengendalian hama tikus, yaitu dengan mengembangkan species burung hantu ( Tito Alba) 5. Pemupukan. Antara lain memberi pupuk seimbang baik makro maupun mikro dengan, jenis, dosis, sasaran, waktu, dan macam pupuk sehingga terpenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Khusus untuk pemupukan dengan Teknologi Organik NASA yaitu POC NASA, HORMONIK,SUPERNASA, dan POWER NUTRITION, terbukti telah mampu meningkatkan produksi hingga 40-60 % hampir di semua tanaman budidaya, sehingga prospek meningkatkan produktivitas pertanian kita hingga mencapai angka potensi yang sesungguhnya tinggal pada kemauan kita. Pilihannya hanya tinggal mau atau tidak untuk mendapat untung?  

BUDIDAYA IKAN KERAPU

Referensi : LEMBAGA PENELITIAN UNDANA KERJASAMA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN KUPANG DENGAN LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG Salah satu jenis ikan yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan adalah jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivalis) karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan harga Rp.100.000,- - Rp.150.000,- per kilogram bagi ikan kerapu tikus hidup berukuran di atas 300 gram di tingkat pedagang pengumpul. LOKASI Pemilihan lokasi untuk budidaya ikan kerapu memegang peranan yang sangat penting. Permilihan lokasi yang tepat akan mendukung kesinambungan usaha dan target produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi untuk budidaya ikan kerapu ini adalah faktor resiko seperti keadaan angin dan gelombang, kedalaman perairan, bebas dari bahan pencemar, tidak mengganggu alur pelayaran; faktor kenyamanan seperti dekat dengan prasarana perhubungan darat, pelelangan ikan (sumber pakan), dan pemasok sarana Dan prasarana yang diperlukan (listrik, telpon), dan faktor hidrografi seperti selain harus jernih, bebas dari bahan pencemaran dan bebas dari arus balik, Dan perairannya harus memiliki sifat fisik dan kimia tertentu (kadar garam, oksigen terlarut). ANALISIS PRODUKSI  Kerapu merupakan jenis ikan demersal yang suka hidup di perairan karang, di antara celah-celah karang atau di dalam gua di dasar perairan. Ikan karnivora yang tergolong kurang aktif ini relatif mudah dibudidayakan, karena mempunyai daya adaptasi yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan akan ikan kerapu yang terus meningkat, tidak dapat dipenuhi dari hasil penangkapan sehingga usaha budidaya merupakan salah satu peluang usaha yang masih sangat terbuka luas. Dikenal 3 jenis ikan kerapu, yaitu kerapu tikus, kerapu macan, dan kerapu lumpur yang telah tersedia dan dikuasai teknologinya. Dari ketiga jenis ikan kerapu di atas, untuk pengembangan di Kabupaten Kupang ini disarankan jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis). Hal ini karena harga per kilogramnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan kedua jenis kerapu lainnya. Di Indonesia, kerapu tikus ini dikenal juga sebagai kerapu bebek atau di dunia perdagangan internsional mendapat julukan sebagai panther fish karena di sekujur tubuhnya dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam. Penyebaran dan Habitat Daerah penyebaran kerapu tikus di mulai dari Afrika Timur sampai Pasifik Barat Daya. Di Indonesia, ikan kerapu banyak ditemukan di perairan Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Pulau Buru, dan Ambon. Salah satu indikator adanya kerapu adalah perairan karang. Indonesia memiliki perairan karang yang cukup luas sehingga potensi sumberdaya ikan kerapunya sangat besar. Dalam siklus hidupnya, pada umumnya kerapu muda hidup di perairan karang pantai dengan kedalaman 0,5 – 3 m, selanjutnya menginjak dewasa beruaya ke perairan yang lebih dalam antara 7 – 40 m. Telur dan larvanya bersifat pelagis, sedangkan kerapu muda dan dewasa bersifat demersal. Habitat favorit larva dan kerapu tikus muda adalah perairan pantai dengan dasar pasir berkarang yang banyak ditumbuhi padang lamun. Parameter-parameter ekonlogis yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu yaitu temperatur antara 24 – 310C, salinitas antara 30-33 ppt, kandungan oksigen terlarut > 3,5 ppm dan pH antara 7,8 – 8. Perairan dengan kondisi seperti ini, pada umumnya terdapat di perairan terumbu karang. Proses Budidaya Budidaya ikan kerapu tikus ini, dapat dilakukan dengan menggunakan bak semen atau pun dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Untuk keperluan studi ini, dipilih budidaya dengan menggunakan KJA. Budidaya ikan kerapu dalam KJA akan berhasil dengan baik (tumbuh cepat Dan kelangsungan hidup tinggi) apabila pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan, ukuran benih yang ditebar dan kepadatan tebaran sesuai. Pemilihan Benih Kriteria benih kerapu yang baik, adalah : ukurannya seragam, bebas penyakit, gerakan berenang tenang serta tidak membuat gerakan yang tidakberaturan atau gelisah tetapi akan bergerak aktif bila ditangkap, respon terhadap pakan baik, warna sisik cerah, mata terang, sisik dan sirip lengkap serta tidak cacat tubuh. Penebaran Benih Proses penebaran benih sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih. Sebelum ditebarkan, perlu diadaptasikan terlebih dahulu panda kondisi lingkungan budidaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam adaptasi ini, adalah :  (a) waktu penebaran (sebaikanya pagi atau sore hari, atau saat cuaca teduh) (b) sifat kanibalisme yang cenderung meningkat panda kepadatan yang tinggi (c) aklimatisasi, terutama suhu dan salinitas. Pendederan Benih ikan kerapu ukuran panjang 4 – 5 cm dari hasil tangkapan maupun dari hasil pembenihan, didederkan terlebih dahulu dalam jaring nylon berukuran 1,5x3x3 m dengan kepadatan ± 500 ekor. Sebulan kemudian, dilakuan grading (pemilahan ukuran) dan pergantian jaring. Ukuran jaringnya tetap, hanya kepadatannya 250 ekor per jaring sampai mencapai ukuran glondongan (20 – 25 cm atau 100 gram). Setelah itu dipindahkan ke jaring besar ukuran 3x3x3 m dengan kepadatan optimum 500 ekor untuk kemudian dipindahkan ke dalam keramba pembesaran sampai mencapai ukuran konsumsi (500 gram). Pakan dan Pemberiannya Biaya pakan merupakan biaya operasional terbesar dalam budidaya ikan kerapu dalam KJA. Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan harus benar-benar tepat dengan mempertimbangkan kualitas nutrisi, selera ikan dan harganya. Pemberian pakan diusahakan untuk ditebar seluas mungkin, sehingga setiap ikan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pakan. Pada tahap pendederan, pakan diberikan secara ad libitum (sampai kenyang). Sedangkan untuk pembesaran adalah 8-10% dari total berat badan per hari. Pemberian pakan sebaiknya pada pagi dan sore hari. Pakan alami dari ikan kerapu adalah ikan rucah (potongan ikan) dari jenis ikan tanjan, tembang, dan lemuru. Benih kerapu yang baru ditebar dapat diberi pakan pelet komersial. Untuk jumlah 1000 ekor ikan dapat diberikan 100 gram pelet per hari. Setelah ± 3-4 hari, pelet dapat dicampur dengan ikan rucah. Produk NASA yang dapat digunakan adalah Viterna dan POC NASA, kedua produk ini dicampur terlebih dahulu menjadi satu.  Dosis : 1 tutup botol campuran dari 2 produk NASA tersebut dicampurkan pada 1 liter air, kemudian disemprotkan atau direndam pada 5 kg pelet atau pakan ikan kerapu lainnya. Selanjutnya dikeringanginkan secukupnya sekitar 15 menit, kemudian baru pakan atau pelet ditebar di kolam. Pemberian 1 - 2 kali per hari pemberian pada pagi atau sore hari. Hama dan Penyakit Jenis hama yang potensial mengganggu usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA adalah ikan buntal, burung, dan penyu. Sedang, jenis penyakit infeksi yang sering menyerang ikan kerapu adalah : (a) penyakit akibat serangan parasit, seperti : parasit crustacea dan flatworm (b) penyakit akibat protozoa, seperti : cryptocariniasis dan broollynelliasis (c) penyakit akibat jamur (fungi), seperti : saprolegniasis dan ichthyosporidosis (d) penyakit akibat serangan bakteri (e) penyakit akibat serangan virus, yaitu VNN (Viral Neorotic Nerveus). Panen dan Penanganan Pasca Panen Beberapa hal yang perlu diperhatikan udanntuk menjaga kualitas ikan kerapu yang dibudidayakan dengan KJA, antara lain : penentuan waktu panen, peralatan panen, teknik panen, serta penanganan pasca panen. Watu panen, biasanya ditentukan oleh ukuran permintaan pasar. Ukuran super biasanya berukuran 500 – 1000 gram dan merupakan ukuran yang mempunyai nilai jual tinggi. Panen sebaiknya dilakukan pada padi atau sore hari sehingga dapat mengurangi stress ikan pada saat panen. Peralatan yang digunakan pada saat panen, berupa : scoop, kerancang, timbangan, alat tulis, perahu, bak pengangkut dan peralatan aerasi. Teknik pemanenan yang dilakukan pada usaha budidaya ikan kerapu dalam KJA dengan metoda panen selektif dan panen total. Panen selektif adalah pemanenan terhadap ikan yang sudah mencapai ukuran tertentu sesuai keinginan pasar terutama pada saat harga tinggi. Sedang panen total adalah pemanenan secara keseluruhan yang biasanya dilakukan bila permintaan pasar sangat besar atau ukuran ikan seluruhnya sudah memenuhi kriteria jual. Penanganan pasca panen yang utama adalah masalah pengangkutan sampai di tempat tujuan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kesegaran ikan tetap dalam kondisi baik. Ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan terbuka dan pengangkutan tertutup. Pengangkutan terbuka digunakan untuk jarak angkut dekat atau dengan jalan darat yang waktu angkutnya maksimal hanya 7 jam. Wadah angkutnya berupa drum plastik atau fiberglass yang sudah diisi air laut sebanyak ½ sampai 2/3 bagian wadah sesuai jumlah ikan. Suhu laut diusahakan tetap konstan selama perjalanan yaitu 19-210C. Selama pengangkutan air perlu diberi aerasi. Kepadatan ikan sekitar 50kg/wadah. Cara pengangkutan yang umum digunakan adalah dengan pengangkutan tertutup Dan umumnya untuk pengangkutan dengan pesawat udara. Untuk itu, 1 kemasan untuk 1 ekor ikan dengan berat rata-rata 500 gam. Konstruksi Keramba Jaring Apung a. Pembuatan Rakit Keramba 1. Rakit Rakit dapat dibuat dari bahan kayu, bambu atau besi yang dilapisi anti karat. Ukuran bingkai rakit biasanya 6 x 6 m atau 8 x 8 m. 2. Pelampung Untuk mengapungkan satu unit rakit, diperlukan pelampung yang berasal dari bahan drum bekas atau drum plastik bervolume 200 liter, styreofoam da drum fiber glass. Kebutuhan pelampung untuk satu unit rakit ukuran 6x6 m yang dibagi 4 bagian diperlukan 8-9 buah pelampung dan 12 buah pelampung untuk rakit berukuran 8x8 m. 3. Pengikat Bahan pengikat rakit bambu dapat digunakan kawat berdiameter 4-5 mm atau tali plastik polyetheline. Rakit yang terbuat dari kayu dan besi, pengikatannya menggunakan baut. Untuk mengikat pelampung ke bingkai rakit digunakan tali PE berdiameter 4-6 mm. 4. Jangkar Untuk menahan rakit agar tidak terbawa arus air, digunakan jangkar yang terbuat dari besi atau semen blok. Berat dan bentuk jangkar disesuaikan dengan kondisi perairan setempat. Kebutuhan jangkar per unit keramba minimal 4 buah dengan berat 25 - 50 kg yang peletakannya dibuat sedemikian rupa sehingga rakit tetap pada posisinya. Tali jangkar yang digunakan adalah tali plastik/PE berdiameter 0,5 – 1,0 inchi dengan panjang minimal 2 kali kedalaman perairan. b. Pembuatan Jaring 1. Jaring Kantong jaring yang dipergunakan dalam usaha budidaya ikan kerapu, sebaiknya terdiri dari dua bagian, yaitu :  (a) Kantong jaring luar yang berfungsi sebagai pelindung ikan dari seranganikan-ikan buas dan hewan air lainnya. Ukuran kantong dan lebar mata jaring untuk kantong jaring luar lenih besar dari kantong jaring dalam (b) Kantong jaring dalam, yang dipergunakan sebagai tempat memelihara ikan. Ukurannya bervariasi dengan pertimbangan banyaknya ikan yang dipelihara dan kemudahan dalam penanganan dan perawatannya. 2. Pemberat Pemberat berfungsi untuk menahan arus dan menjaga jaring agar tetap simetris. Pemberat yang terbuat dari batu, timah atau beton dengan berat 2 – 5 kg per buah, dipasang pada tiap-tiap sudut keramba/ jaring. ANALISIS PASAR Potensi dan peluang pasar hasil laut dan ikan cukup baik. Pada tahun 1994, impor dunia hasil perikanan sekitar 52,492 juta ton. Indonesia termasuk peringkat ke-9 untuk ekspor ikan dunia. Permintaan ikan panda tahun 2010diperkirakan akan mencapai 105 juta ton. Di samping itu, peluang dan potensi pasar dalam negeri juga masih baik. Total konsumsi ikan dalam negeri tahun 2001 sekitar 46 juta ton dengan konsumsi rata-rata 21.71 kg/kepala/tahun. Dengan elastisitas harga 1.06 berarti permintaan akan ikan tidak akan banyak berubah dengan adanya perubahan harga ikan. Negara yang menjadi tujuan ekspor ikan kerapu adalah Hongkong, Taiwan, Cina, dan Jepang. Harga ikan kerapu di tingkat pembudidaya untuk tujuan ekspor telah mencapai US$33 per kilogramnya. Ikan kerapu yang berukuran kecil (4-5 cm) sebagai ikan hias laku dijual dengan harga Rp.7.000/ekor sedang untuk ikan konsumsi dengan ukuran 400-600 gram/ekor laku dijual dengan harga Rp.70.000/kg untuk kerapu macan dan Rp.300.000/kg untuk kerapu bebek atau kerapu tikus (harga tahun 2001). Dalam analisis ini, tingkat harga jual digunakan harga pasaran saat ini yaitu sebesar Rp.317,000,- per kilogram untuk jenis ikan kerapu tikus. Dengan tingginya permintaan dan harga jual ikan kerapu, maka usaha budidaya ikan kerapu ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkandevisa negara melalui hasil ekspor. Perkiraan Modal/Biaya Investasi dan Biaya Produksi Untuk mendirikan usaha/proyek pengembangan usaha budidaya ikan kerapu dengan sistem keramba jaring ikat, dibutuhkan sejumlah dana untuk membiayai investasi dan modal kerja.  Komponen biaya investasi ini, meliputi : a. Pembuatan rakit berukuran 8 x 8 m b. Pembuatan waring berukuran 1 x 1 x 1,5 m c. Pembuatan jaring ukuran 3 x 3 x 3 m d. Pembuatan rumah jaga e. Pengadaan sarana kerja Sedang untuk modal kerja meliputi : biaya pengadaan benih, pakan, bahan bakar, upah/gaji, dan lain-lain.  

CARA MEMBUAT BENIH PADI BER-TEKNOLOGI ORGANIK NASA

  Salam NASA!! Rekan-rekan mitra NASA dan pejuang-pejuang bangsa saudaraku wahai para petani padi dimanapun anda berada, kali ini kita akan belajar bersama membuat benih padi unggul. Benih padi yang unggul sangat penting sekali bagi kita karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan budidaya kita. Bagaimanapun baiknya perawatan tanaman yang kita lakukan tidak akan ada gunanya jika benih yang kita gunakan sangat jelek. Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun apakah semuanya mempunyai kualitas yang baik? Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah kita tanam hasilnya kurang memuaskan. Yah, namanya juga jaman sekarang apa saja bisa dicurangin apalagi proyek benih. Wuih....waspadalah.....   Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi  berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat.  Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha. Langkah yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama. Sebelum benih label putih/ ungu  kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air bersih ditambah pupuk organik cair NASA selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi. Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang  tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.   Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit  ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36). Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal  4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul. Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun.  Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN. Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi. Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen. Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %. Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya  tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar  1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

MENCEGAH PENYAKIT ND (NEWCASTLE DESEASE)

  Referensi : Junaidi karo karo kacaribu. Penyakit Ternak  Penyakit Newcastle desease atau yang dikenal dengan penyakit ND merupakan masalah besar yang sering dikhawatiri bagi para peternak ayam, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan. Penyebab dan Kejadiannya Penyakit ND disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian. Gejala Klinis Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua. Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidaknya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis. Penanggulangan Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :  · Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat · Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan · Hindari vaksin dari sinar matahari langsung · Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak · Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi   Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat, juga melengkapi nutrisi yang diberikan kepada ayam, baik tepat jumlah maupun jenisnya meliputi : protein, mineral, vitamin, lemak dan energi. Nutrisi yang lengkap pada pakan ayam akan meningkatkan stamina tubuh ayam sehingga ayam tidak akan mudah terserang penyakit. PT. NATURAL NUSANTARA sebagai perusahaan yang memproduksi pakan pelengkap ternak yaitu VITERNA, POC NASA dan HORMONIK yang telah banyak digunakan oleh peternak ayam di seluruh Indonesia. Kandungan Viterna, POC NASA, Hormonik meliputi : Protein, mineral, vitamin yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik. Cara pemakaiannya yaitu 3 produk tersebut dicampur menjadi 1 larutan terbih dahulu. Dosisnya adalah 1 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut per 10 liter air minum per hari, baik pagi atau sore hari.   Keunggulan Produk NASA pada ayam pedaging : Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik Meningkatkan nafsu makan Mengurangi kestresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan Mempercepat waktu panen pada ayam broiler, rata-rata pada umur 34-35 hari sudah mencapai 1,9 – 2 kg per ekor, FCR rata-rata : 1,5 – 1,6 Angka kematian : 3 – 5% Mengurangi bau kotoran Meningkatkan kesehatan ayam  

PERAN VITERNA MENCEGAH GANGGUAN PERNAFASAN PADA AYAM

Penulis: TS Peternakan NASA   Perkembangan peternakan ayam broiler di Indonesia sangat luar biasa, hal ini terkait dengan semakin tingginya permintaan daging ayam untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Kebutuhan daging ayam ras broiler (ayam pedaging) cenderung meningkat setiap tahun. Peningkatan kebutuhan ini sejalan dengan situasi perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh. Konsumsi ayam ras pada tahun 2013 ini mencapai 2,2 miliar ekor. Jumlah tersebut naik 15,79% dibandingkan konsumsi ayam ras sepanjang 2012 sebanyak 1,9 juta miliar ekor (Kontan, 2013). Inilah potensi besar peternakan ayam broiler di Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat hingga saat ini. Dari potensi yang luar biasa tersebut, hal yang masih menjadi kendala atau tantangan bagi peternak ayam broiler adalah serangan penyakit yang cukup sering pada ayam yang dianggap paling baik produktivitas sebagai ternak penghasil daging. Salah satu yang sering menyerang ayam broiler adalah penyakit pernafasan. Beberapa penyakit yang muncul dari gangguan pernafasan seperti CRD, Korisa, ND, AI dan IB. Tetapi penyebab gangguan pernafasan pada ayam bisa disebabkan 2 hal yaitu faktor non infeksius dan faktor infeksius (Medion, 2013). Faktor non infeksius seperti sirkulasi udara dalam kandang yang tidak lancar, kepadatan ayam yang terlalu tinggi, jarak antar kandang terlalu dekat, kandang terlalu dekat dengan tebing atau telalu banyak pepohonan sehingga mengakibatkan pembuangan udara kotor dan gas-gas beracun seperti amonia menjadi terhambat. Selain itu faktor non infeksius pada gangguan pernafasan bisa disebabkan karena pakan yang diberikan ke ayam tidak seimbang, terutama kadar protein dan garam.  Kadar protein dan garam yang tinggi pada pakan serta litter atau alas kandang yang terlalu basah memacu munculnya gas amonia yang akan mengganggu pernafasan ayam. Sedangkan gangguan pernafasan yang disebabkan oleh faktor infeksius terdiri dari serangan virus (ND, AI, IB dan ILT), bakteri (CRD, Korisa) maupun jamur Aspergillosis sp. (Medion, 2013) Untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit pernafasan tersebut, maka perlu dilakukan beberapa hal yaitu : 1) Menciptakan kondisi kandang dan sekitarnya yang nyaman, seperti mengatur kelancaran sirkulasi udara sehingga gas amonia dalam kandang dapat dikurangi, menambahkan kipas angin atau blower untuk membantu sirkulasi udara. 2) Melaksanakan program vaksinasi secara teratur sesuai jadwal. 3) Memberikan multivitamin dari NASA yaitu VITERNA setiap harinya pada air minum, VITERNA mengandung vitamin dan mineral lengkap untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang oleh penyakit 4) Upayakan kandang penyimpan pakan tidak terlalu lembab 5) Menerapakan program biosecurity yaitu pelaksanaan sanitasi dan desinfeksi secara rutin 6) bila ada ayam yang sudah terindikasi terkena penyakit pernafasan segera dipisahkan dari ayam yang lain dan dimasukkan ke dalam kandang isolasi (Medion, 2013)      

POLA INTENSIF PENGGEMUKAN KAMBING-DOMBA DENGAN TEKNOLOGI NASA

  Referensi :   Widi, T.S. 2007. Beternak Domba. Jogjakarta: Citra Aji Parama Penulis: Ir. Twaistrisna Hepiprana   Peternakan kambing dan domba Potong di Indonesia sebagian besar masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya sekitar 1,24% dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Kebutuhan daging selama ini belum mencukupi permintaan, ± 400.000 ton/tahun, sehingga masih mengandalkan impor daging. PT. NATURAL NUSANTARA  dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya menbantu budidaya kambing dan domba potong dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas daging.  Penggemukan  Penggemukan kambing/Domba adalah pemeliharaan kambing/domba dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan)  Jenis-jenis kambing dan domba potong  Kambing kacang  Cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih. Kambing Peranakan Etawah (PE) Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina) Domba Ekor Gemuk Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan Domba Ekor Tipis Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan). Pemilihan bibit Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :     umur antara 8 bulan – 1 tahun      Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus     Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi      Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta     Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih   Tata Laksana Pemeliharaan A. Perkandangan       Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit. Ukuran Kandang : - Anak : 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih), - Jantan dewasa : 1,2 X 1,2 m/ ekor - Dara/ Betina dewasa :1 X 1,2 m /ekor - Induk dan anak 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak       Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Jagalah selalu kebersihan kandang. B. Pakan       Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.       Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat /konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut mudah dan murah dibeli dengan sumbangan yang cukup lumayan untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.        Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan,  karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan.  Jumlah pemberian konsentrat sekitar 1 kg/ekor/hari. Contoh Pola Pemberian Pakan   Pakan                        Waktu                                   Hijauan                                             Konsentrat   Pagi                        (±Pukul 08.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong   Sore                       (±Pukul 15.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong   Catatan: Pemberian konsentrat disarankan diberikan saat kambing atau domba sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum terlihat kenyang. Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak.  Sehingga tujuan atau target dari budidaya ternak yaitu memiliki ternak dengan pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing/Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.          VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu : Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh. Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit. Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K,  Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh. Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Ketiga produk NASA tersebut masing-masing satu botol dicampurkan menjadi satu larutan dahulu sebagai larutan induk. Dosis pemakaian : ±10  cc atau 1 tutup botol campuran ketiga produk NASA tersebut  diberikan perekor/hari.   Keunggulan dan Manfaat dari Penggunaan produk NASA pada penggemukan kambing domba adalah : Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik Meningkatkan nafsu makan Mempercepat adaptasi kambing/domba terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang. Mengurangi kestresan pada kambing/domba, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah kambing-domba divaksinasi atau saat kambing-domba dalam proses pengobatan Mempercepat pertumbuhan kambing/domba Mengurangi bau kotoran Meningkatkan kesehatan kambing/domba Meningkatkan kualitas daging kambing/domba dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak. C.Tatalaksana Reproduksi Tata laksana reproduksi meliputi : - Dengan pengelolaan yang baik kambing/domba  dapat  melahirkan 7 bulan sekali. - Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian. - Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan. - Umur dewasa kelamin 8 - 10 bulan - Siklus birahi 17 - 21 hari - Lama birahi 24 - 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawinkan -Masa kebuntingan : 5 bulan.   Pengendalian Penyakit       Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut : Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular. Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa. Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan  ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol  berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air. Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak. Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus. Beberapa  penyakit  yang  dapat   menyerang   Kado   adalah: 1) Penyakit parasit (kudis, kutu, cacingan); 2) Penyakit Bakterial (Antarks, Cacar mulut, Busuk Kuku); 3) Penyakit Virus (Orf); 4) Penyakit lain (Keracunan sianida, Kembung Perut, Keguguran). Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.